ANAK INI MEMINTA KEPADA POLISI AGAR TIDAK MENAHAN IBU TIRI YANG MENJEPIT LENGAN NYA DI PINTU HINGGA HANCUR .

ANAK INI MEMINTA KEPADA POLISI AGAR TIDAK MENAHAN IBU TIRI YANG MEMBUATNYA KEHILANGAN LEGAN KIRI .

TRIBUNKOTA

Setelah mendapatkan perawatan medis dari  Rumah Sakit Islam Siti Rahmah, Jalan By Pass KM.15, Air Pacah, Koto Tangah, Padang kini Hendra (7)) siswa kelas satu SD meminta kepada pihak kelopisian untuk tidak menangkap ibu tirinya berinisial MH (37) yang telah menjepitkan tangan nya di pintu besi rumah .  Alasan Hendra, kalau nanti ibu nya di tangkap takut gak ada yang mencuci baju ayah nya .  Hendra (7)) siswa kelas satu SD ini harus kehilangan lengan kirinya karena di jepit oleh ibu tirinya berinisial MH (37) yang baru dinikahi oleh ayah nya setahun lalu.  Peristiwa ini berawal dari Hendra yang meminta uang jajan kepada ibu tirinya sambil menangis dan berkata kepada MH ibu tiri bahwa iya ingin membeli jajan di kedai dekat rumah nya, lalu MH yang gelap mata tersebut pun menarik Hendra dan menjepitkan tangan korban ke pintu besi rumah nya hingga hancur.  Namun untuk mempertanggung jawabkan kekerasan yang di lakukan MH ibu tiri korban ia tetap harus di tahan dan di tindak lanjuti  di kantor Polsek Jalan By Pass , Air Pacah, Koto Tangah, Padang  Kepala Polesek : Setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan kekerasan terhadap anak. Ancaman sanksi bagi orang yang melanggar larangan ini (bagi pelaku kekerasan/peganiayaan) adalah pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan dan/atau denda paling banyak Rp72.000.000,00 (tujuh puluh dua juta rupiah). ujar kepala polsek Koto Tangah, Padang .  Untuk saat ini korban masih dirawat di Rumah Sakit Islam Siti Rahmah, Jalan By Pass KM.15, Air Pacah, Koto Tangah, Padang, Sumatera Barat untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut . Rita andini melaporkan langsung ke tribunkota Minggu 28/8/2016 pagi tadi .

Setelah mendapatkan perawatan medis dari  Rumah Sakit Islam Siti Rahmah, Jalan By Pass KM.15, Air Pacah, Koto Tangah, Padang kini Hendra (7)) siswa kelas satu SD meminta kepada pihak kelopisian untuk tidak menangkap ibu tirinya berinisial MH (37) yang telah menjepitkan tangan nya di pintu besi rumah .


BACA : http://www.tribunkota.com/2016/08/minta-uang-jajan-ibu-tiri-tega-jepit.html

Alasan Hendra, kalau nanti ibu nya di tangkap takut gak ada yang mencuci baju ayah nya .

Hendra (7)) siswa kelas satu SD ini harus kehilangan lengan kirinya karena di jepit oleh ibu tirinya berinisial MH (37) yang baru dinikahi oleh ayah nya setahun lalu.

Peristiwa ini berawal dari Hendra yang meminta uang jajan kepada ibu tirinya sambil menangis dan berkata kepada MH ibu tiri bahwa iya ingin membeli jajan di kedai dekat rumah nya, lalu MH yang gelap mata tersebut pun menarik Hendra dan menjepitkan tangan korban ke pintu besi rumah nya hingga hancur.

Namun untuk mempertanggung jawabkan kekerasan yang di lakukan MH ibu tiri korban ia tetap harus di tahan dan di tindak lanjuti  di kantor Polsek Jalan By Pass , Air Pacah, Koto Tangah, Padang

Kepala Polesek : Setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan kekerasan terhadap anak. Ancaman sanksi bagi orang yang melanggar larangan ini (bagi pelaku kekerasan/peganiayaan) adalah pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan dan/atau denda paling banyak Rp72.000.000,00 (tujuh puluh dua juta rupiah). ujar kepala polsek Koto Tangah, Padang .

Untuk saat ini korban masih dirawat di Rumah Sakit Islam Siti Rahmah, Jalan By Pass KM.15, Air Pacah, Koto Tangah, Padang, Sumatera Barat untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut .
Rita andini melaporkan langsung ke tribunkota Minggu 28/8/2016 pagi tadi .





photo AB230x90gif_zps839436ce.gif photo AB230x90gif_zps839436ce.gif photo AB230x90gif_zps839436ce.gif photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About TRIBUN KOTA

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Poskan Komentar